TIDAK CUKUP HANYA METODOLOGI KKN BERBASIS RISET, KETUA TES MAHASISWA HAFALAN AMALAN NU

By Admin STAINH 01 Sep 2020, 12:51:47 WIB Berita

Berita Terkait

Berita Populer

TIDAK CUKUP HANYA METODOLOGI KKN BERBASIS RISET, KETUA TES MAHASISWA HAFALAN AMALAN NU

Situbondo-Kali kedua, STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo melaksanakan Kuliah Kerja Nyata berbasis riset PAR dan ABCD, namun tahun ini Habib Muhammad Taufiq mengetes sendiri hafalan dan bacaan tahlil, ratibul haddad, barzanji, bilal dan amalan – amalan Nahdlatul Ulama’ yang lainnya. (31/08/2020).

“ Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah delegasi perguruan tinggi, jadi harus mencerminkan orang yang berilmu. Menjadi utama menghidupkan amalan – amalan Nadhatul Ulama’”.

Hal ini senada dengan tema KKN 2020 kali ini yaitu “Inovasi dan Pengembangan Potensi Masyarakat serta penguatan tradisi Ahlussunnah Waljamaah An Nahdhiyah pasca Pandemi”. Karena tidak sedikit, orang luar yang sudah menyudutkan bahkan membit’ahkan amalan tersebut. Apalagi paska pandemi ini, bagaimana masyarakat semarak dan lebih hikmat dalam melaksanakan amalan tersebut.

Satu persatu ketua dan secara acak mahasiswa diberikan mix untuk membaca hafalan mulai dari bilal, tahlil, membawa acara, surat yasin dan lain sebagainya.

Dalam kesemptannya diakhir acara beliau menyampaikan nasehat kepada mahasiswa calon Kuliah Kerja Nyata (KKN). Pertama, mahasiswa setiap selain berniat, juga harus membaca amalan sepotong ayat al-Qur’an yang telah diijazah agar selamat. Kedua, mahasiswa harus menghidupkan solawat-sholawat dan dzikiran ditengah tengah masyarakat tidak hanya satu sholawat tapi beberapa sholawat yang dianjurkan juga dibaca. Ketiga, Mahasiswa harus belajar menjadi orang yang tidak bakhil (kikir), karena tidak ada ulama’ yang memiliki sifat seperti itu. Keempat, mahasiswa harus menyadari bahwa mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai ujian diri menjadi ulama’ , muballigh dan muballigha. Kelima, ini yang terpenting, mahasiswa harus menjaga marwah, jangan sampai menjadi sumber kejelekan dan berperilaku tidak mencerminkan mahasiswa santri. Nasehat ini, juga diperuntukkan kepada seluruh dosem pembimbing lapangan dan sivitas akademik. Karena dengan kebersamaan dan saling menginatkan tujuan akan mudah dilaksanakan. 
Terakhir, panitia mengumumkan tekhnis pemberangkatan dan syarat mahasiswa wajib dirapit tes untuk mencegah penyebaran virus covid 19.(Edo)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment