Situbondo — Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nurul Huda Kapongan Situbondo melalui Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) kembali menegaskan kiprahnya di panggung global.

Kamis, 25 Desember 2025, kampus yang terus bertransformasi ini sukses menggelar Seminar Internasional dalam rangka Peringatan Hari Bahasa Arab Dunia 2025, sebuah forum ilmiah bergengsi yang mempertemukan pemikir dan akademisi dari Indonesia, Sudan, dan Libya.

Kegiatan internasional ini tidak hanya menjadi momentum perayaan bahasa Arab sebagai bahasa peradaban dunia, tetapi juga menjadi implementasi nyata kerja sama internasional antara STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo dengan Ma’had Al-Lughah Al-‘Arabiyah li an-Nathiqina Bighairiha, Universitas Al-Qur’an Karim wa Ta’shilul ‘Ulum, Sudan. Kolaborasi lintas negara ini menjadi bukti keseriusan STAI Nurul Huda dalam meningkatkan mutu akademik dan jejaring global.

Seminar dibuka dengan suasana khidmat dan penuh makna, diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan pemutaran dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, Sudan, dan Libya, yang semakin menegaskan nuansa persaudaraan internasional dalam bingkai keilmuan.

Sejumlah pemateri internasional tampil memukau dengan gagasan-gagasan mutakhir. Dr. Majdi Ahmad Ibrahim dari Universitas Al-Qur’an Karim Sudan memaparkan peluang besar pembelajaran bahasa Arab berbasis Artificial Intelligence (AI). Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa AI bukan ancaman, melainkan instrumen strategis untuk mempercepat pemerolehan bahasa Arab secara efektif dan kontekstual.

Sementara itu, Dr. Wajad Umar Mohammad Baba dari Universitas Al-‘Alamiyah Sudan mengulas secara mendalam strategi pengajaran bahasa Arab dengan pendekatan AI, mulai dari personalisasi pembelajaran hingga penguatan kompetensi komunikatif mahasiswa di era digital.

Dari Libya, Dr. Movagh Masuf dari Universitas Zawiyah tampil sebagai pemateri ketiga dengan topik yang tak kalah menarik, yakni pembelajaran makna mufradat dan struktur kalimat Al-Qur’an. Ia menekankan pentingnya pendekatan semantik dan kontekstual agar pembelajaran bahasa Arab Al-Qur’an lebih hidup dan bermakna.

Sambutan dari pihak STAI Nurul Huda disampaikan oleh Wakil Ketua III Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan, Ainur Rofiq, M.HI, yang menegaskan bahwa seminar internasional ini merupakan bagian dari strategi kampus dalam memperkuat internasionalisasi dan mutu lulusan.
Dari pihak Sudan, sambutan disampaikan oleh Mudir Ma’had Al-Lughah Al-‘Arabiyah Jami’ah Al-Qur’an Karim Sudan, Dr. Ustman Ja’far, yang mengapresiasi kemitraan akademik dengan STAI Nurul Huda serta berharap kerja sama ini terus berkembang dalam bentuk riset, publikasi, dan program akademik berkelanjutan.

Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.40 WIB ini dipandu dengan apik oleh moderator Faidatul Hasanah, M.Pd. Suasana seminar semakin semarak dengan kehadiran peserta dari berbagai daerah, bahkan dari Aceh Darussalam, yang turut aktif berdialog dan mengajukan pertanyaan kritis pada sesi diskusi akhir.

Melalui seminar internasional ini, STAI Nurul Huda Situbondo kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui kerja sama internasional. Perpaduan antara tradisi keilmuan bahasa Arab dan inovasi teknologi AI menjadi pesan kuat bahwa kampus ini siap melangkah maju, sejajar dengan institusi pendidikan dunia.

Seminar ini bukan sekadar agenda akademik, melainkan tonggak penting internasionalisasi STAI Nurul Huda, sekaligus bukti bahwa dari Situbondo, gagasan besar untuk masa depan bahasa Arab dunia terus disuarakan.

Leave a Comment