Situbondo, 17 Ramadhan 1446 Hijriah – Kampus STAI Nurul Huda menjadi saksi berlangsungnya acara Zikro Haul ke-21 Prof. Dr. Abuya Sayyid Muhammad Alwi Al Maliki sekaligus Milad ke-17 STAI Nurul Huda. Acara tersebut dihadiri oleh civitas academica STAI Nurul Huda, alumni, dan tenaga pengajar. Menariknya, acara ini juga dihadiri oleh Ustadz Togar beserta timnya, yang dikenal dengan dakwah warisan Walisongo, atau lebih dikenal dengan sebutan Macopat.
Acara yang dibuka oleh H. Muhammad Taufiq M.Pd.I tersebut, mengungkapkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, terutama pada bulan Ramadhan. Beliau menyatakan, “Berkumpul bersama dalam keadaan berpuasa, mengaji Al-Quran, dan menutup aurat merupakan nikmat yang luar biasa dan langkah di zaman sekarang. Mari kita syukuri nikmat ini untuk memperkuat iman dan ketakwaan kita melalui acara ini.”
Macopat, sebuah tradisi Jawa yang konon digunakan oleh Sunan Kalijaga dalam menyebarkan agama Islam, turut mengisi acara tersebut. Macopat, yang kini mulai jarang terdengar, mendapat perhatian khusus dari Ketua STAI Nurul Huda, yang merekomendasikan kehadiran tim Macopat yang masih eksis di daerah Situbondo.

Sementara itu, Dewi Amina, ibu Rasulullah SAW, menangis karena ditinggal suaminya, Sayyid Abdullah, dan harus menghadapi kenyataan hamil tanpa didampingi suami. Dalam momen syukuran tersebut, Abdul Muthalib memberikan sebagian hartanya untuk keperluan cucunya, Rasulullah SAW. Allah SWT mengutus malaikat untuk merawat Dewi Amina dan menjaga janin yang dikandungnya, dengan firman-Nya: “Yang ada dalam kandungannya adalah kekasih-Ku, yang lebih dulu ada daripada nabi-nabi terdahulu. Berikan makanan dari surga untuk Dewi Amina, dan pakaikanlah Rasulullah SAW dengan pakaian surga.”
Pesan yang terkandung dalam cerita tersebut memberikan beberapa hikmah penting, antara lain:
– Menjaga dan merawat harta warisan dengan baik.
– Mengasihi sesama umat Muslim, terutama anak yatim, tanpa membedakan satu dengan lainnya.
– Memberikan makanan yang halal kepada anak-anak kita.
– Menggunakan pakaian yang tidak hanya menutup aurat, tetapi juga memastikan kesucian pakaian tersebut.
Penulis: Dendi (Ketua BEM STAINH)
