Situbondo, 23 Mei 2025 — STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo bekerja sama dengan University of Zawiyah, Libya, menggelar Seminar Internasional Bahasa Arab sebagai bagian dari implementasi Memorandum of Agreement (MoA) antara kedua institusi. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (23/5) tersebut menghadirkan dua pakar bahasa Arab dari University of Zawiyah, yakni Dr. Azan Abdullah dan Dr. Mowafg Masuwd.

Dalam paparannya, Dr. Azan Abdullah menekankan pentingnya penggunaan bahasa Arab fusha dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam ucapan salam. Ia menyebut fusha memiliki ketepatan makna yang tidak dimiliki dialek ‘amiyah, sehingga perlu dibiasakan dalam komunikasi formal maupun keagamaan.

“Bahasa Arab memiliki struktur yang jelas dan mudah dipahami. Namun pendalaman ilmu nahwu, shorf, dan balaghah diperlukan untuk memahami kekayaan maknanya,” ujarnya. Ia juga menyoroti perubahan besar dalam pembelajaran bahasa Arab antara era sebelum teknologi dan era digital saat ini.

Sementara itu, Dr. Mowafg Masuwd menjelaskan peran bahasa Arab dalam dunia akademik, terutama dalam kajian linguistik, filsafat, serta ilmu-ilmu keislaman. Menurutnya, siapa pun yang ingin memahami Al-Qur’an, tafsir, fiqh, dan hadis harus menguasai bahasa fusha.

Dalam sesi tanya jawab, peserta menyoroti tantangan berlatih bahasa Arab di lingkungan non-Arab. Dr. Mowafg menyarankan pemanfaatan teknologi dan interaksi dengan penutur asli melalui platform digital untuk membiasakan diri berbicara. Menurutnya, latihan praktik tetap harus menjadi prioritas sebelum memperdalam tata bahasa.

“Jangan takut salah. Bahasa dipelajari melalui interaksi. Nahwu dan shorf dipelajari setelahnya untuk memperbaiki kualitas,” tegasnya.

Terkait pengembangan keterampilan membaca dan menulis, ia menekankan pentingnya konsistensi. Empat maharah bahasa—mendengar, berbicara, membaca, dan menulis—menurutnya hanya dapat berkembang melalui latihan berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi langkah awal implementasi MoA antara kedua kampus, yang ke depan dijadwalkan berkembang melalui kuliah tamu internasional, riset kolaboratif, hingga penguatan kurikulum bahasa Arab berbasis teknologi.

Dengan terselenggaranya seminar ini, STAI Nurul Huda Kapongan menegaskan komitmennya memperkuat kualitas pembelajaran bahasa Arab dan memperluas jejaring internasional dalam bidang pendidikan Islam.

Leave a Comment